Selasa, 12 April 2011

Teori - teori perkembangan anak

Mata Kuliah : Perkembangan Peserta Didik
Hari /Tanggal : Selasa, 12 april 2011
Sifat              : Tugas Individu

Ada beberapa teori yang mempengaruhi perkembangan anak, diantaranya teori perkembangan secara psikoseksual, menurut Sigmund Freud ada 5 tahapan yaitu : oral, anal, phalic, latency dan genital.
Coba kemukakan argumentasi saudara,bagaimanakah pengaruh dari adanya perubahan dan pertubuhan fisik yang dialami setiap anak akibat dari adanya fase-fase perkembangan tersebut bagi pembentukan kepribadian serta perkembangan psikologis anak!

Catatan: tugas ini dikerjakan secara online dengan batas waktu mengerjakan hari/ tanggal, selasa, 12 april 2011, pukul 21.00 wib







65 komentar:

patihabadi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...

nama: lutfi fransiska
npm: 10231008

Akibat dari adanya fase-fase perkembangan psikoseksual bagi pembentukan kepribadian serta psikologis yaitu pertama dalam kepribadian anak-anak tahap pertama (oral)anak-anak mudah menelan apa yang dikatakan orang lain atau meniru. tahap kedua (anal) anak mulai mengalami kenikmatan dalam fungsi pembuangan jadi pada masa ini anak masih senang bermain dengan lumpur. tahap ketiga(phallic) anak-anak mempunyai keinginan bermain-main dengan alat fitalnya.tahap ke empat (latency) pada tahap ini anak mulai berkembang sehingga keinginan yang ada di diri anak mulai membeku, tidak menjadi aktif dan laten. tahap kelima (genital) pada tahap ini bersamaan dengan pertumbuhannya, alat-alat genital menjadi sumber kenikmatan, sedangkan kecenderungan lain akan ditekan.
jadi dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan dan pertumbuhan fisik sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. hal itu terlihat dari perkembangan tingkah laku dan pola pikir anak yang dari tahap ke tahap selalu berubah sesuai dengan usia si anak. sedangkan dari perkembangan psikologis anak, semakin bertambahnya usia dan pertumbuhan fisik dapat mempengaruhi perkembangan kejiwaan pada anak. semakin bertambahnya usia anak akan mulai menemukan jati dirinya.

Anonim mengatakan...

ESTHI PUSPITA SARI/10231023/SEJARAH 2B

Pengaruh dari adanya perubahan dan pertumbuhan fisik yang dialami satiap anak akibat dari adanya fase-fase perkembangan begi pembentukan psikologis anak
-semakin bertumbuhnya fisik/berubahnya fisik anak akan mempengaruhi tingah laku anak, cara berfikir anak, dan seringkali menyebabkan kenakalan remaja yang disebabkan pengabaian social sehingga mereka mengembangkan bentuk prilaku social yang disebabkan kurangnya perhatian orang tua yang berperan dalam pembentukan perkembangan anak

Sedangkan pengaruh perkeambangan psikologis anak

Jika anak gagal melwati suatu fase/masa yang harus dilaluinya sesuai dengan tahap perkembangannya maka akan terjadi gangguan pada anak tersebut. Tapi sebaliknya jika anak berjasil melewati fase tersebut sesuai dengan fase masing-masing maka perkembangan psikologis anak tidak terganggu dan mmbentuk perkembangan psikologis anak secara baik

Anonim mengatakan...

Nama : Nurlita indria W
NPM : 10231002

Perubahan yang terjadi pada anak akibat dari tahap-tahap tersebut adalah tahap 1 tahap oral (mulut), pada tahap ini anak masih cenderung menirukan perkataan orang lain dan juga mudah terpengaruh. Tahap ke-2 tahap Anal,terjadi pada usia 1-3 tahun, anak mulai mengalami kenikmatan tersendiri pada fungsi pembuangan,misalnya menahan dan bermain-main dengan feces, dan kesenangan melukis dengan jari. Tahap ke-3 (tahap Phallic) tahapan ini berlangsung antara usia 3 dan 6 tahun. Tahap ke-4 (tahap latency) tahap ini berlangsung kira-kira usia 6 tahun dan masa pubertas, anak mulai mengalami perkembangan kecerdasan, dan tahap ini seksulitas seakan-akan mengenda, tidak aktif lagi dan menjadi laten. Tahap ke-5(tahap genital) bersamaan dengan pertumbuhannya, alat-alat genital mulai menjadi sumber kenikmatan,sedangkan kecenderungan-kecenderungan lain akan ditekan.
kesimpulannya, bahwa dari adanya perubahan dan pertumbuhan fisik pada anak akan berubah sesuai dengan urutan fase/bertahap, sedangkan perkembangan psikologi, anak mulai mencari jati diri.

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...

ESTHI PUSPITA SARI / 10231023 / SEJARAH 2B

Pengaruh dari adanya perubahan dan pertumbuhan fisik yang dialami satiap anak akibat dari adanya fase-fase perkembangan begi pembentukan psikologis anak
-semakin bertumbuhnya fisik/berubahnya fisik anak akan mempengaruhi tingah laku anak, cara berfikir anak, dan seringkali menyebabkan kenakalan remaja yang disebabkan pengabaian social sehingga mereka mengembangkan bentuk prilaku social yang disebabkan kurangnya perhatian orang tua yang berperan dalam pembentukan perkembangan anak

Sedangkan pengaruh perkeambangan psikologis anak

Jika anak gagal melwati suatu fase/masa yang harus dilaluinya sesuai dengan tahap perkembangannya maka akan terjadi gangguan pada anak tersebut. Tapi sebaliknya jika anak berjasil melewati fase tersebut sesuai dengan fase masing-masing maka perkembangan psikologis anak tidak terganggu dan mmbentuk perkembangan psikologis anak secara baik

- fase Oral, jika pada fase ini anak/bayi merasakan kekecewaan yang mendalam maka akan mempengaruhi perkembangkan selanjutnya. Pada dewasa akan mengalami gangguan tingkah laku seksual sebaliknya jika bayi mendapat kepuasan yang berlebih maka perkembangan akan menjadi optimis,cinta diri sendiri dan selalu menurut
- fase anal, jika berhasil maka dapat menyiapkan dasar untuk perkembangan kemandirian, kebebasan, kemampuan untuk menginginkan kerjasama yang baik tanpa perasaan rendah diri sebaliknya jika tidak berhasil akan dapat menimbulkan sifat ragu-ragu,keras kepala,dll
- fase phallic, gangguan emosi pada kemudian hari
- fase latensi, kurang berkembangnya control diri sehingga anak gagal mengalihkan energinya secara efisien pada minat belajar

Anonim mengatakan...

nama: Reza Adi Primawan
NPM: 10231050
kelas: IIB

Pengaruh Psikologi anak dan perkembangan kepribadian anak memiliki hubungan yang penting. karena perkembangan psikologi dan kepribadian anak itu dipengaruhi oleh perkembangan psikoseksualitas anak. artinya perkembangan psikologi dan perkembangan anak itu bisa dilihat dari fase proses waktu pertumbuhan anak itu.
misalnya saja bisa dilihat dari fase-fase pertumbuhan dari fase Pranata sampai fase lanjut usia.

Anonim mengatakan...

Nama : Roh Maul Lietyana
NPM : 10231033
Kelas : II/B

A.kepribadian anak
M.A.W. Brower berpendapat, bahwa kepribadian adalah corak tingkahlaku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang. Menurut Yinger kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecendrungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi telah dilaluinya. Sedangkan Cuber mengatakan bahwa kepribadian adalah gabungan keseluruhan sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat dari seseorang.
Jadi kepribadian merupakan integrasi dari keseluruhan kecendrungan seseorang untuk berperasaan, berkehendak, berpikir, bersikap, dan berbuat sesuai dengan pola perilaku tertentu.

Kalau kita perhatikan, kepribadian individu sangat beragam. Hal ini terjadi karena selain pengaruh sosialisasi ada hal lain yang mempengaruhi pembentukan tersebut yaitu :

1. Keadaan Fisik
Setiap manusia mempunyai keadaan fisik yang berbeda dari orang lain. Perbedaan fisik anak menimbulkan perbedaan perlakuan dari orang sekitarnya. Anak yang fisiknya lemah cenderung dilindungi secara berlebihan sehingga tumbuh menjadi pribadi yang tidak berani mencoba hal-hal baru. Bandingkan jika anak secara fisik kuat dan jarang sakit, bagaimana perlakuan yang diterimanya dari orang lain? Hal tersebut mempengaruhi anak dalam membentuk konsep diri dan akhirnya mempengaruhi model kepribadiannya. Keadaan fisik seseorang diwarisi dari ayah dan ibunya. Ketika berada dalam kandungan, perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi dari ibu dan keadaan kejiwaan ibu. Jika asupan nutrisi dan keadaan kejiwaan ibu baik, anak akan tumbuh baik begitupun sebaliknya. Beberapa penyakit juga diturunkan dari orangtua, seperti diabetes, darah tinggi dan kelainan darah. Menurut penelitian, kemampuan IQ anak pun dipengaruhi oleh IQ orangtua kandungnya.(http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=283&uniq=2731)
Dengan kata lain bahwa pertumbuhan fisik anak akan mempengaruhi perkembangan lepribadian dan psikologi anak.Anak

Anonim mengatakan...

nama : Yara Ardiningtyas
npm : 10231040
kelas : II/B

A. pembentukan kepribadian
Kepribadian diartikan sebagai keseluruhan proses dari sifat-sifat subyektif, emosional, yang mencerminkan watak seseorang pada lingkunganya dan keseluruhan dari reaksi-reaksi yang sifatnya psikologis dan sosial.
Anak yaitu kelompok manusia usia muda yang batasan umurnya tidak selalu sama di berbagai negara.Pada masa anak dikenal dengan masa dengan tingkat pertumbuhan dan perkekmbangan yang cepat serta peka dalam peletakan kepribadian.
Pendidikan diartikan sebagai segala usaha orang dewasa dalam pergaulanya dengan anak-anaknya yang memimpin perkembangan jasmani dan rokhaninya kearah kedewasaan.

b. perkembangan psikologis anak
Anak yang pola pikirnya belum sepenuhnya dapat dikatakan dewasa, akan cenderung lebih rasional dalam menerima informasi negatif dibandingkan dengan informasi yang sifatnya positif. Hal ini hampir pula terjadi pada setiap individu, termasuk individu dewasa. Informasi negatif dapat lebih mudah diterima karena didalamnya terkandung sifat kesenangan yang sifatnya sesaat, namun akan berdampak buruk bagi orang yang melakukan dan menerapkannya. Jangan sampai anak terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk. Hubungan baik dengan anak harus dilakukan sejak dini, salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan sistem floor time. Floor time adalah aktivitas yang dilakukan olah orang tua dengan anak dalam beberapa waktu, dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan anak dan mengenal lebih dalam tentang sifat anak, begitu pula agar anak dapat mengetahui lebih mendalam sifat orang tua. Terutama sifat positif dimana anak dapat mengetahui seberapa besar kasih sayang yang dimiliki orang tua untuk dirinya.

kesimpulan:
kepribadian fisik sangat mempengaruhi proses pembentukan kepribadian anak

Anonim mengatakan...

Nama : Iva Ferayanti
Npm : 09231035

Menurut Saya pengaruh teersebut mengakibatkan pemuasan yang memanipulasi bayangan tentang sesuatu yang di inginkan sehingga menimbulkan imajinasi dan fantasi. Di ddalam perkembangan tersebut terdapat super ego yang berdasarkan pada prinsip moral yang mengatur tingkah laku ego tersebut. Dengan demikian dapat di pahami bahwa perkembangan seorang anak harus dapat melewati 5 tahapan yaitu, Oral, anal, phalic, latency dan genital. Setiap tahap perkembangan tersebut mengalami kenikmatan pada salah satu bagian tubuh lebih dari bagian tubuh lainya.

Anonim mengatakan...

Nama : Siti Rohayati
Npm : 10231022
Kelas: IIB

A.pembentukan kepribadian anak
kepribadian terbentuk berdasarkan hasil meniru, baik dari dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan luar. Akan tetapi, faator internal dalam keluarga seperti kasih sayang, perhatian, pola asuh, didikan, serta metode pendekatan dalam membentuk kepribadian juga membangun kecerdasannya memiliki porsi lebih besar.Di samping itu, kita juga harus menyadari dan memahami adanya faktor alami seperti bakat dan dorongan minatnya. Karena itu, dalam upaya membentuk kepribadian dan mendidik anak, serta mengantarkannya menuju kesuksesan ada beberapa hal berikut yang
harus benar-benar dipahami orang tua. Karena Anak-anak adalah petualang dan pembelajar sejati yang penuh kejujuran dalam merealisasikan pikiran dan mengekspresikan perasaannya.
http://niahidayati.net/membentuk-kepribadian-anak.html

B.perkembangan psikologis anak
Penelitian tentang anak pada mulanya dipusatkan pada bidang spesifik perilaku anak, misalnya bicara, emosi atau minat bermain, dan kegiatan. Nama yang diberikan untuk cabang penelitian psikologi yang baru ini adalah psikologi anak. Psikologi anak menunjukkan perhatian yang dipusatkan pada fenomena psikologis dari usia prasekolah dan usia sekolah anak.Hingga kemudian “psikologi anak” berubah dan berkembang menjadi “perkembangan anak”, hal ini untuk menekankan bahwa pusat perhatian sekarang diarahkan pada pola perkembangan anak dari pada aspek perkembangan tertentu.
http://www.psikologizone.com/psikologi-anak-dan-perkembangan-anak

Kesimpulan
pertumbuhan fisik memepengaruhi pertumbuhan anak, yaitu dengan melihat tingkah laku dan pola berfikir anak semakin bertambah usia anak semakin matang pula pola berfikir anak.

Anonim mengatakan...

pengaruh perubahan dan pertumbuhan fisik pada pembentukan kepribadian dan perkembangan pesikologis pada tahap oral: mulut sebagai kenikmatan utama.pada tahap anal: kenikmatan berasal dari fungsi pembuangan.pada tahap phalic:anak memiliki keinginan yang kuat untuk mengantikan orang tua.padatahap latency:baik bagi perkembangan anak,ketrampilan dan kecerdasan.pada tahap genital:anak sudah dapat berfikir dewasa,dapat menyelesaikan konflik dan menjadi kepribadian yang matang...kesimpulan perubahan fisik sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. hal itu terlihat dari perkembangan tingkah laku dan pola pikir anak yang dari tahap ke tahap selalu berubah sesuai dengan usia si anak. sedangkan dari perkembangan psikologis anak, semakin bertambahnya usia dan pertumbuhan fisik dapat mempengaruhi perkembangan kejiwaan pada anak.

Anonim mengatakan...

nama agung priambodo
npm 10231021
pengaruh perubahan dan pertumbuhan fisik pada pembentukan kepribadian dan perkembangan pesikologis pada tahap oral: mulut sebagai kenikmatan utama.pada tahap anal: kenikmatan berasal dari fungsi pembuangan.pada tahap phalic:anak memiliki keinginan yang kuat untuk mengantikan orang tua.padatahap latency:baik bagi perkembangan anak,ketrampilan dan kecerdasan.pada tahap genital:anak sudah dapat berfikir dewasa,dapat menyelesaikan konflik dan menjadi kepribadian yang matang...kesimpulan perubahan fisik sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. hal itu terlihat dari perkembangan tingkah laku dan pola pikir anak yang dari tahap ke tahap selalu berubah sesuai dengan usia si anak. sedangkan dari perkembangan psikologis anak, semakin bertambahnya usia dan pertumbuhan fisik dapat mempengaruhi perkembangan kejiwaan pada anak.

Anonim mengatakan...

Nama;Ari adi wijaya
Kelas;2B
NPM;10231035
pengaruh perubahan dan pertumbuhan fisik pada pembentukan kepribadian dan perkembangan pesikologis pada tahap oral: mulut sebagai kenikmatan utama.pada tahap anal: kenikmatan berasal dari fungsi pembuangan.pada tahap phalic:anak memiliki keinginan yang kuat untuk mengantikan orang tua.pada tahap latency:baik bagi perkembangan anak,ketrampilan dan kecerdasan.pada tahap genital:anak sudah dapat berfikir dewasa,dapat menyelesaikan konflik dan menjadi kepribadian yang matang, perkembangan psikologis anak,
Anak yang pola pikirnya belum sepenuhnya dapat dikatakan dewasa, akan cenderung lebih rasional dalam menerima informasi negatif dibandingkan dengan informasi yang sifatnya positif. Hal ini hampir pula terjadi pada setiap individu, termasuk individu dewasa. Informasi negatif dapat lebih mudah diterima karena didalamnya terkandung sifat kesenangan yang sifatnya sesaat, namun akan berdampak buruk bagi orang yang melakukan dan menerapkannya. Jangan sampai anak terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk. Hubungan baik dengan anak harus dilakukan sejak dini, salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan sistem floor time. Floor time adalah aktivitas yang dilakukan olah orang tua, kesimpulan perubahan fisik sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. hal itu terlihat dari perkembangan tingkah laku dan pola pikir anak yang dari tahap ke tahap selalu berubah sesuai dengan usia si anak. sedangkan dari perkembangan psikologis anak, semakin bertambahnya usia dan pertumbuhan fisik dapat mempengaruhi perkembangan kejiwaan pada anak, terima kasih. . .

Anonim mengatakan...

nama : Dian Rivia T.K
npm : 10231004


Akibat pengaruh dari teori perkembangan tersebut ada 5 tahap yaitu :
1.oral (mulut)pada tahap ini anak akan lebih mudah menerima dan meniru tingkah laku dan perkataan dari orang lain, sehingga anak itu belum matang dalam membentuk kepribadiannya.
2. anal, pada tahap ini kenikmatan akan dialami oleh anak,anak masih senang bermain dengan lumpur,air dsb.
3. phallic, tahap ini misalnya anak laki-laki mempunyai keinginan atau hasrat untuk memainkan alat fitalnya.
4. latency, masa ini adalah masa yang baik untuk perkembangan kecerdasan anak dan tahap ini seksualitas seakan-akan mengendap,tidak aktif.
5. genital, pada tahap ini bersamaan dengan pertumbuhnya,alat-alat genitalmenjadi sumber kenikmatan,sedangkan kecenderungan lain akan ditekan.
kesimpulannya,pertumbuhan fisik akan brpengaruh pada tingkah laku dan berubah sesuai dengan fase-fase tersebut, sedangkan perkembangan spikologi,ini anak akan mulai membentuk kepribadiannya sehingga anak sedikit demi sedikit akan mulai mencari jati dirinya.

Anonim mengatakan...

nama : hermawan purwo sasmito
npm : 10231049
kelas : 2B

pengaruh fase perkembangan di mulai dari tahap oral, pada tahap ini diperoleh kepuasan rangsangan terhadap bibir seperti makan minum menelan. sehingga membuat manusia berkembang secara verbal. dalam fase ini akan berpengaruh terhadap perkembangan sikap perasaan ketergantungan pada seseorang.
Tahap yang kediua yaitu anal, tahap ini seorang anak akan di ajari bagaimana membuang suatu ahal yang kurang baik bagi kesehatan dirinya. sehingga anak akan merasa mengerti bahwa hal yang buruk atau jelek harus d buang agar merasa lebih baik.
Tahap yang ketiga yaitu Fhalis tahap ini berpengaruh pada sistem sexualitas individu. ini akan merasakan hal yang berhubungan dengan peningkatan sistem reproduksi atau seksualitas.
Tahap keempat yaitu latent tahap ini mengajarkan pada anak dalam perkembangan biologis. perkembangan biologis atau seksual ini akan di gantikan dengan mengembangkan kemampuan intelektual, ketrampilan dll.
tahap kelima yaitu genikal, dalam tahap ini anak akan mengalami perkembangan sistem dalam tubuhnya atau mengalami pertumbuhan dengan terpacunya hormon dalam tubuh yang membuat anak lebih peka terhadap keadaan sekitar, berbagai perasaan mulai dimiliki oleh individu sehingga meningkatkan insting individu.

Anonim mengatakan...

nama : dwi purnomo
npm :09231022
kelas : IVA

pengaruh perkembangan fisik anak tentu juga mampengaruhi perkembangan kepribadian dan psikologis anak. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya fisik anak tersebut tentu juga mampengaruhi pola pikir anak. Sebagai contoh, disaat anak masih bayi, mereka memiliki kepribadian yang "pasrah" dalam artian tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan orang lain. Kemudian disaat menginjak balita pola pikir mereka berubah, karena sudah dapat berjalan dan berbicara, dan begitu seterusnya. Selain itu juga karena ada faktor lingkungan.
setelah itu mereka meninjak usia remaja atau pubertas ,mereka mulai mengalami proses perkembangan alat reproduksi.seiring dengan itu tingkah laku dan kepribadian mereka juga akan berubah.

Anonim mengatakan...

nama : handoko
NPM : 10231031
klaz : 2A

-Pembentukan kepribadian ditentukan oleh peran keluarga dan lingkungan.kepribadian ini akan berpengaruh pada cara seseorang berpkir,bersikap dan bertindak.Kepribadian diyakini telah ada dalam dirisejak lahir dan kemudian berkembang dalam interaksi dengan lingkungan.
kepribadian terbentuk berdasarkan hasil meniru, baik dari dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan luar. Akan tetapi, faator internal dalam keluarga seperti kasih sayang, perhatian, pola asuh, didikan, serta metode pendekatan dalam membentuk kepribadian juga membangun kecerdasannya memiliki porsi lebih besar.
-Perkembangan psikologis anak,
psikologi anak artinya mempelajari jati diri eorang anak . anak akan mengerti dan mengetahui jati dirinya setelah melewati fase-fase tersebut.
-kesimpulan : kepribadian dan perkembangan psikologis anak akan terbentuk setelah melewati fase perkembangan tersebut

Anonim mengatakan...

Nama : Gery adi
NPM : 10231003

Pengaruh dari adanya perubahan dan perturbation fisik yang dialami satiap anak akibat dari adanya fase-fase perkembangan bagi pembentukan kepribadian dan psikologis anak.dalam fase-fase tersebut tentunya akan mempengaruhi kepribadian dan psikologisanak.pada tahap (oral)mulut sebagai sumber kenikmatan bagi anak,kmudian pada tahap (anal) alat pembuangan merupakan ksumber kenikmatan anak,tahap (phallic)sumber kenikmatan anak adalah alat kelamin,pada tahap(latency) tahap ini anak mulai berkembang sehingga keinginan yang ada di diri anak mulai membeku, tidak menjadi aktif dan laten,tahap(genital) dorangan yang terjadi pada tahap phallic kembali muncul.
jadi dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan dan pertumbuhan fisik sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. hal itu terlihat dari perkembangan tingkah laku dan pola pikir anak yang dari tahap ke tahap selalu berubah,pengaruh yang terjadi pada kepribadian anak tergantung pada diri anak itu sendiri jika anak dapat menyelesaika konflik yang terjadi pada fase-fase tersebut maka anak akan menjadi pribadi yang matang dan kuat tp jika gagal maka anak akan menjadi pribadi yang sebaliknya.

Anonim mengatakan...

Nama : Armedyestu Prionggo
NPM : 10231013
Kelas : 2A

inti dari 5 tahap pekembangan secara psikoseksual menurut Sigmund Freud adalah perubahan tingkah laku dan timbul rasa nikmat dalam organ anak bertingkat menurut tahapan-tahapan usia.
dengan demikian, adanya perubahan dan pertumbuhan fisik sangat mempengaruhi pembentukan terhadap kepribadian diri anak. hal ini terbukti dari perubahan fisik, perkembangan tingkah laku dan pola pikir anak mengalami perubahan sesuai dengan usia anak. Dan dari perkembangan psikologis anak, semakin bertambahnya usia dan pertumbuhan fisik yang dialaminya dapat mempengaruhi perkembangan kejiwaan pada anak. pada masa puber anak masih mempunyai perasaan berontak dengan demikian anak masih dalam mencari siapa dia sebenarnya ( jati diri).tetapi hal tersebut sangat terikat pada peran orang tua dan lingkungan sekitar sebagai bagian yang penting dalam memberi pengaruh yang sangat penting bagi perkembangan psikoseksual bagi pembentukan kepribadian serta psikologi anak untuk berkembang menjadi lebih baik.

Anonim mengatakan...

nama : leli kristiani
npm : 09231038
kelas : sejarah 4A

dalam perkembangan tersebut seorang anak aka merasakan kenikmatan pada bagian tubuh lainnya dan dapat memberikan kualitas pada perkembangan anak. pada perkembangan tersebut terjadipada usia 0 bulan sampai dewasa dan akan mempengaruhi ketrampilan emosional, Id ( dorongan untuk meraih kepuasan yang berkaitan dengan perkembangan biologis ), Ego ( dimana untuk merealisasikan dorongan tersebut ), superego ( puncak kedewasaan yang mempengaruhi perilaku yang berkaitan dengan harapan sosial )

Anonim mengatakan...

NAMa :prisqa putra ardany
Npm 10231012
Pengaruh dari adanya perubahan dan perturbation fisik yang dialami satiap anak akibat dari adanya fase-fase perkembangan bagi pembentukan kepribadian dan psikologis anak.dalam fase-fase tersebut tentunya akan mempengaruhi kepribadian dan psikologisanak \pembentukan kepribadian
Kepribadian diartikan sebagai keseluruhan proses dari sifat-sifat subyektif, emosional, yang mencerminkan watak seseorang pada lingkunganya dan keseluruhan dari reaksi-reaksi yang sifatnya psikologis dan sosial.
Anak yaitu kelompok manusia usia muda yang batasan umurnya tidak selalu sama di berbagai negara.Pada masa anak dikenal dengan masa dengan tingkat pertumbuhan dan perkekmbangan yang cepat serta peka dalam peletakan kepribadian.
Selain itu juga karena ada faktor lingkungan.
setelah itu mereka meninjak usia remaja atau pubertas ,mereka mulai mengalami proses perkembangan alat reproduksi.seiring dengan itu tingkah laku dan kepribadian mereka juga akan berubah.

Anonim mengatakan...

NAMa :prisqa putra ardany
Npm 10231012
Pengaruh dari adanya perubahan dan perturbation fisik yang dialami satiap anak akibat dari adanya fase-fase perkembangan bagi pembentukan kepribadian dan psikologis anak.dalam fase-fase tersebut tentunya akan mempengaruhi kepribadian dan psikologisanak \pembentukan kepribadian
Kepribadian diartikan sebagai keseluruhan proses dari sifat-sifat subyektif, emosional, yang mencerminkan watak seseorang pada lingkunganya dan keseluruhan dari reaksi-reaksi yang sifatnya psikologis dan sosial.
Anak yaitu kelompok manusia usia muda yang batasan umurnya tidak selalu sama di berbagai negara.Pada masa anak dikenal dengan masa dengan tingkat pertumbuhan dan perkekmbangan yang cepat serta peka dalam peletakan kepribadian.
Selain itu juga karena ada faktor lingkungan.
setelah itu mereka meninjak usia remaja atau pubertas ,mereka mulai mengalami proses perkembangan alat reproduksi.seiring dengan itu tingkah laku dan kepribadian mereka juga akan berubah.

Anonim mengatakan...

Nama: Dodeik Phrasetyo Utomo
NPM : 10 231 006
Kelas: 2A

menurut saya tahap-tahap ini adalah tahap yang yang dijalani oleh tiap-tiap fase manusia dimulai dari fase bayi hingga dewasa akhir dalam hal ini menurut http://psikologi-freud-fies.blogspot.com/ dimana dalam situs ini disebutkan bahwa
Tahap 1 adalah oral disini berhubungan dengan fase antara usia 1-2 tahun fase dimana dalam perkembanganya anak masih membutuhkan tahap pemberian asupan makanan yang tercukupi bagi perkembangan contoh: jika anak dalam usia ini terlambat dalam pemberian makan biasanya anak cendrung rewel dan marah
Tahap 2:berhubungan dengan tingkah laku anak atau behavior pada tahap ini anak mulai mampu menunjukan tingkah lakunya yang sudah ia pelajari sejak usia dini terjadi pada fase usia 2 - 4 tahun anak lebih cernderung sangat agresif sebagai contoh: anak di usia ini membutuhkan banyak perhatian dari orang terdekatnya jika hal ini diacuhkan oleh orang tua hal ini justru akan membuat anak ketika dewasa menjadi anak yang terlalu agresif dan sulit dikendalikan dan sifat darei fase ini akan dibawa hingga ke tahap dewasa
Tahap 3: Phalic terjadi pada anak di usia yang relatif dini 4-5 tahun dimana anak memulai konflik internalnya dalm perkembangan tahap ini yaitu konflik dengan orang tua sebagai contoh mungkin anak mulai berbuat nakal meskipun dalam tahap ringan tapi jika orang tua belum mampu menguasai maka anak akan sulit untuk di kendalikan dan akhirnya ketika dewasa timbul sikap menyimpang pada anak yang kurang perhatian lebih.
tahap 4:Latency tahap ini adalah tahap anak mulai masuk ke lingkungan dan hubungan sosial nah di tahap inilah fase anak mulai terbentuk dengan siapa dia bergaul dengan lingkungan mana dia beradaptasi akan menentukan karateristik anak ketika masuk usia remaja awal fase ini dapat dikategorikan sebagai fase mencari jati diri dalam fase ini anak mulai tertarik juga ke dalam hubungan yang sangat kompleks misalnya tertarikdengan lawan jenis dan mencoba untuk mencari pasangan yang sekedar menjadi simbol tahap kematangan seorang individu
contoh:individu yang tumbuh dilingkungan keras kan punya kepribadian yang kuat dan tangguh.
Tahap 5: Genital terjadi ketika individu sudah mulai masuk fase remaja akhir menuju ke dewasa dimana ditahap ini individu sudah mampu menemukan jati dirinya dan sudah mampu berinteraksi dengan baik pada lingkunganya pada fase ini individu sudah benar-benar matang yang membuatnya berpikir tentang masa depannya seperti keinginan untuk berkeluarga dan memiliki keturunan
Sehingga pada intinya semua tahap-tahap yang dijabarkan diatas memiliki inti dalam setiap perkembangan fisik manusia tentu akan berp[engaruh pada kondisi emosional dan sexualnya tahap demi tahap mulaidari bayi hingga berkeluarga semua semua dijalani dengan tempo dan irama yang sama tapi hirearki.
demikian argumentasi dari saya.
terima kasih.

ilhamburger mengatakan...

Nama : Ilham Amrulloh M
Kelas : IIB
NPM : 10231041

Pengaruh dari adanya perubahan dan pertumbuhan fisik yang dialami setiap anak akibat dari adanya fase-fase perkembangan bagi pembentukan kepribadian serta perkembangan psikologis anak sangatlah ditentukan dari pihak keluarga atau orang terdekat. Anak bisa berkepribadian baik atau buruk tergantung dari keluarga. Dalam hal ini keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan kepribadian dan perkembangan psikologis anak, karena di usia ini anak belum bisa mencerna atau menyaring antara yang baik dan benar. Sehingga keluarga diharapkan bisa menuntun si anak sekaligus mengajari, agar anak tahu mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang tidak, mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Sebagai contoh, pada tahap Oral. Di tahap ini anak melakukan dua aktifitas yaitu menggigit dan menelan makanan. Disini anak bisa memakan apa saja yang ia mau jika tidak didampingi keluarga, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik anak. Sedangkan pada psikologis, anak mudah saja menyerap apa yang didengar ataupun yang dilihat. Sehingga kelak jika sudah dewasa anak tersebut mudah saja untuk dihasut atau ditipu orang, karena mudah saja mempercayai perkataan orang. Sehingga keluarga diharapkan mampu menuntun dan mengajari si anak sejak kecil tentang hal-hal yang baik dan buruk agar pembentukan kepribadian dan perkembangan psikososialnya dapat berjalan baik. Oleh karena itu keluarga sangat berperan penting dalam hal ini.

Anonim mengatakan...

Nama : YULI ASTUTIK
NPM : 10.231.052

Menurut pendapat saya, adanya fase-fase perkembangan sangat berpengaruh terhadap perubahan dan pertumbuhan fisik setiap anak. Karena fase-fase perkembangan tsb nantinya yang membentuk kepribadian serta mendukung perkembangan psikologis individu.
- Fase Oral
Dalam fase ini, perubahan dan pertumbuhan fisik anak sangat mempengaruhi tingkat kepuasan oral-nya. Misalnya seseorang yang kurang terpuaskan oral-nya ketika masih kecil, saat dewasa akan tumbuh menjadi anak yang cerewet, suka merokok, suka menggigit jarinya dll dimana mereka melakukan hal-hal untuk memuaskan oral-nya. Kepribadian atau perkembangan psikologis yang ditimbulkan akibat fase ini misalnya seorang anak akan kurang mampu untuk survive dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena anak tersebut sering melamun akibat kebiasaannya yang menggigit jari.
- Fase Anal
Dalam fase ini, perkembangan psikis yang lebih terpengaruh. Misalnya anak akan tumbuh menjadi anak yang melawan/ pembangkang. Karena dalam fase ini ketika masih kecil anak yang ingin mempertahankan fases (ketika pup) tetapi ibunya menyuruh utk membuangnya. Selain itu sikap lain yang ditimbulkan yakni anak bisa saja bersifat terlalu pembersih dan terlalu hemat akibat masa toilet training.
- Fase Phalic
Dalam fase ini, perubahan yang terjadi pada anak yakni perhatian yang anak lakukan kepada orangtua dengan jenis kelamin berbeda. Misalnya anak laki-laki akan cenderung lebih dekat dengan ibunya, begitu juga denga anak perempuan. Saat dewasa hal yang tidak diinginkan akibat fase ini yaitu anak akan mengalami problem seksual.
- Fase Latency
Dalam fase ini, perkembangan fisik dan psikisnya sangat mudah di arahkan. Sebab guru dan orangtua pada fase ini sudah di anggap sebagai teman. Sehingga tercipta interaksi sosial yang dapat menjadikan anak lebih terbuka untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan atau mereka alami.
- Fase Genital
Dalam fase ini, pertumbuhan fisik anak jauh lebih dan pertumbuhan psikisnya sudah mulai membangun untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis.

Sumber : http://hil4ry.wordpress.com/2007/07/27/teori-psikoseksual-dari-sigmund-freud/

Anonim mengatakan...

NAMA : ANNISA TRI RAHMAWATI
NPM : 10.231.014
KELAS: SEJARAH / IIA

Menurut saya, adanya fase- fase pertumbuhan dan perubahan fisik itu sangatlah berpengaruh dalam perkembangan psikologis anak, karena dalam teori perkembangan menurut Sigmund Freud ada 5 tahapan yaitu :
1. Fase Oral(mulut) biasanya anak yang berumur 0-18 bulan, menggunakan mulut sebagai sumber kenikmatan yang paling utama, di dalam fase oral, bayi untuk mengunyah, menghisap dan menggigit dalam masa perkembangannya, maka dari itu fase ini sangat berpengaruh penting dalam setiap perkembangan si bayi tersebut.
2. Fase Anal(anus) yaitu kenikmatan yang dialami pada fungsi pepmbuangan (anus) yaitu pada waktu menahan dan bermain-main dengan faces (kotoran), sehingga pada masa ini sangat berguna untuk toilet training, untuk mengetahui mana yang bik dan mana yang buruk dalam perkembangan selanjutnya.fase ini biasanya dialami pada bayi yang berumur 3 sampai 6 tahun.
3. Fase Phalic (kelamin) dalam fase ini, sumber kenikmatan adalah organ kelamin, ketika anak menyadari bahwa manipulasi diri itu menyenangkan, anak mulai menaruh perhatian pada perbedaan anatomik laki- laki dan perempuan. dalam fase ini muncul konflik Oedipus yaitu anak memiliki keinginan kuat untuk menggantikan orang tua berjenis kelamin sama dan menikmati kasih sayang orang tua yang berjenis kelamin berbeda.
4. Latency : pada masa ini selusuh minat seksualitas, pada tahap perkembangan ini, seorang anak untuk mengembangkan ketrampilan sosial dan kecerdasan pada masa sekolah, pada tahap ini anak ingin sekali untuk mengetahui dunia luar, biasanya terjadi pada anak yang berumur 6-12 tahun.
5. Fase Genital : pada fase ini anak mulai mengalami perubahan fisik dan perubahan emosional sehingga mereka mulai menyukai lawan jenis dan dapat menyelesaikan konflik yang terjadi dalam individu maka akan terbentuk kpribadian yang matang dan akan mencari jati dirinya sendiri.

Anonim mengatakan...

Menurut saya dengan adanya pertumbuhan fisik yang dialami anak memang membawa pengaruh dalam pembentukan kepribadian dan psikologis anak. Dalam pertombuhan fisik anak memang akan mempengaruhi cara berpikir anak,tingkah laku anak, dan terkdang pertumbihan fisik yang tidak diimbangi dengan nili-nilai etika menyebabkan adanya kenakalan remaja.

pengaruh psikologi anak
sutu ketika anaka gagal dalam melewati suatu tahapan yng harus dilaluinya sesuai dengan tahapan perkembangan mak akan terjadi permaalaahn pada anak. Begitu sebaliknya jika anak mampu melewati fase perkembangan ini mk anak bisa baik

Anonim mengatakan...

patih rinto abadi/10231042/2B
Menurut saya dengan adanya pertumbuhan fisik yang dialami anak memang membawa pengaruh dalam pembentukan kepribadian dan psikologis nk. Dalam pertombuhan fisik anak memang akan mempengaruhi cara berpikir anak,tingkah laku anak, dan terkdang pertumbihan fisik yang tidak diimbangi dengan nili-nilai etika menyebabkan adanya kenakalan remaja.

pengaruh psikologi anak
sutu ketika anaka gagal dalam melewati suatu tahapan yng harus dilaluinya sesuai dengan tahapan perkembangan mak akan terjadi permaalaahn pada anak. Begitu sebaliknya jika anak mampu melewati fase perkembangan ini mk anak bisa baik

Anonim mengatakan...

nama : Danik redyan
npm / kls : 09231018/ IVA

Tingkat Oral (0-2 tahun)Pada tahap ini kesengan anak bersumber pada kegiatan oral pada mulut seperti menghisap, menyusu kpd ibunya, menggigit, mengunyah serta mengucap. Melalui kepuasan pada tahap ini akan membentuk pribadi anak yg optimis dan percaya diri. Masalah yg timbul pada tahap ini adalah proses atau cara menyapih, apabila dalam menyapih dilakukan terlalu dini maka akan terbentuk pribadi anak yg pesimis serta kurang percaya diri.
Tingkat Anal (2-3 tahun)
pada tahap ini anak mulai mengenali struktur tubuhnya kususnya dubur, anak mulai sering bermain-main dengan fesesnya sehingga pada tahap ini orang tua perlu memberikan toilet training pada anak. tahap ini akan menentukan pribadi yg peduli kebersihan pada anak. Namun perlu diperhatikan oleh orang tua, jika pemberian training kebersihan kpd anak terlalu keras akan menimbulkan pribadi anak yg terlalu obsesif pada kebersihan atau malah sebaliknya membentuk pribadi anak yg cuek dan sama sekali tidak peduli thdp kebersihan.
Tingkat Phallic (3-6 tahun)
Pada tahap ini anak mulai tertarik pada jenis kelamin serta mulai memahami perbedaan jenis kelamin antara laki-laki dan oerempuan. Peran org tua adalah memberi sedikit gambaran mengenai tugasnya sebagai seorang laki-laki atau perempuan.
Fase laten (6-12 tahun)
Pada tahap kesenangan anak bersumber pada kepuasan menggunakan kekuatan fisik serta kemampuan pengetahuan dan keterampilannya.Anak juga sering menanyakan mengenai sistem reproduksi shg org tua perlu memberikan pendekatan -pendekatan mengenai sistem reproduksi.
Fase genital (12-18 tahun)
Pada fase ini membentuk pribadi anak yg mulai tertarik pada lawan jenis nya dan mulai merasakan cinta, orang tua perlu melakukan pendekatan lebih agar tidak terjadi hal-hal yg menyimpang dalam hubungan anak dg lawan jenisnya.

Anonim mengatakan...

fahrudin MBA/10231037/2B

Pengaruh dari adanya perubahan dan perturbation fisik yang dialami satiap anak akibat dari adanya fase-fase perkembangan bagi pembentukan kepribadian dan psikologis anak.dalam fase-fase tersebut tentunya akan mempengaruhi kepribadian dan psikologisanak.pada tahap (oral)mulut sebagai sumber kenikmatan bagi anak,kmudian pada tahap (anal) alat pembuangan merupakan ksumber kenikmatan anak,tahap (phallic)sumber kenikmatan anak adalah alat kelamin,pada tahap(latency) tahap ini anak mulai berkembang sehingga keinginan yang ada di diri anak mulai membeku, tidak menjadi aktif dan laten,tahap(genital) dorangan yang terjadi pada tahap phallic kembali muncul.
jadi dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan dan pertumbuhan fisik sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. hal itu terlihat dari perkembangan tingkah laku dan pola pikir anak yang dari tahap ke tahap selalu berubah,pengaruh yang terjadi pada kepribadian anak tergantung pada diri anak itu sendiri jika anak dapat menyelesaika konflik yang terjadi pada fase-fase tersebut maka anak akan menjadi pribadi yang matang dan kuat tp jika gagal maka anak akan menjadi pribadi yang sebaliknya.

12 April 2011 14:47

Anonim mengatakan...

Harmin E.K (IIB)
NPM : 10231038

Ada fase-fase psikologis yang harus dilalui tiap individu. Antara lain, fase psikoseksual yaitu tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan fungsi seksual yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis individu tersebut. leh karena itu, menurut dr. Sally Halim Msc, pengertian terhadap perkembangan psikoseksual mempengaruhi perkembangan identias seksual. Penanganan yang salah dapat mengembangkan sikap-sikap yang tidak diinginkan, bahkan deviasi seksual. Beliau menyebutkan terdapat lima fase perkembangan psikoseksual anak.
. Seiring dengan pertumbuhan fisik dan organ-organ seks yang terjadi pada remaja, matang pulalah kelenjar-kelenjar kelamin pada diri remaja hal ini menimbulkan adanya desakan-desakan baru yang ada pada diri remaja, berupa desakan-desakan untuk melakukan hubungan seksual. Perubahan Psikoseksual sendiri ditandai dengan timbulnya perubahan seksual, seperti mulai bisa merasakan rangsangan seksual, timbulnya pikiran seksual, seperti keinginan untuk berfantasi seksual, dan timbul dorongan untuk melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis.
adapun pengaruhya terjadi melalui beberapa tahap yaitu:
.1. Fase oral
Fase oral adalah fase perkembangan yang berlangsung pada tahun pertama dari kehidupan individu. Pada fase oral ini, daerah erogen yang paling penting dan peka adalah mulut, yakni berkaitan dengan pemuasan kebutuhan dasar akan makanan dan air. Stimulasi atau perangsangan atas mulut seperti mengisap, bagi bayi merupakan tingkah laku yang menimbulkan kesenangan atau kepuasan.
2. Fase anal
Fase anal dimulai dari tahun kedua sampai tahun ketiga dari kehidupan. pada fase onal ini, focus dari energy libido dialihkan dari mulut kedaerah dubur, serta kesenangan atau kepuasan diperoleh dalam kaitannya dengan tindakan mempermainkan atau menahan faeces (kotoran). Pada fase anal ini pulalah anak mulai diperkenalkan kepada aturan-aturan kebersihan oleh orang tuanya melalui toilet training, yakni latihan mengenai bagaimana dan di mana seharusnya seorang anak membuang kotorannya.
3. Fase phalic
Fase falik berlangsung pada tahun keempat atau kelima, yakni suatu fase ketika energy libido sasarannya dialihkan dari daerah dubur kedaerah alat kelamin. Pada fase falik ini anak mulai tertarik pada alat kelaminnya sendiri, dan mempermainkannya dengan maksud memperoleh kepuasan.lawan jenis.
Orang tua mendandani dan merawat bayi berbeda, sesuai dengan harapan yang ditimbulkan tipe seks. Anak-anak menunjukkan keingintahuan tentang seksualitas. Jika keingintahuan ini dihargai sebagai sesuatu yang sehat dan diberi penjelasan sesuai usia, anak akan dapat menerima keajaiban hidup dan merasa nyaman dengan perannya. Jika seks dianggap tabu dan pertanyaan-pertanyaan anak ditolak secara kasar, hasilnya adalah perasaan malu dan tidak nyaman. Maka pada masa inilah peran orang tua sangat penting,agar anak tidak salah dalam mengambil tindakan.Adanya diferensiasi seksual sebenarnya sudah dimulai sejak anak lahir.

Anonim mengatakan...

Harmin E.K (IIB)
NPM : 10231038

Ada fase-fase psikologis yang harus dilalui tiap individu. Antara lain, fase psikoseksual yaitu tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan fungsi seksual yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis individu tersebut. leh karena itu, menurut dr. Sally Halim Msc, pengertian terhadap perkembangan psikoseksual mempengaruhi perkembangan identias seksual. Penanganan yang salah dapat mengembangkan sikap-sikap yang tidak diinginkan, bahkan deviasi seksual. Beliau menyebutkan terdapat lima fase perkembangan psikoseksual anak. Seiring dengan pertumbuhan fisik dan organ-organ seks yang terjadi pada remaja, matang pulalah kelenjar-kelenjar kelamin pada diri remaja hal ini menimbulkan adanya desakan-desakan baru yang ada pada diri remaja, berupa desakan-desakan untuk melakukan hubungan seksual. Perubahan Psikoseksual sendiri ditandai dengan timbulnya perubahan seksual, seperti mulai bisa merasakan rangsangan seksual, timbulnya pikiran seksual, seperti keinginan untuk berfantasi seksual, dan timbul dorongan untuk melakukan hubungan seksual dengan .1. Fase oral
Fase oral adalah fase perkembangan yang berlangsung pada tahun pertama dari kehidupan individu. Pada fase oral ini, daerah erogen yang paling penting dan peka adalah mulut, yakni berkaitan dengan pemuasan kebutuhan dasar akan makanan dan air. Stimulasi atau perangsangan atas mulut seperti mengisap, bagi bayi merupakan tingkah laku yang menimbulkan kesenangan atau kepuasan.
2. Fase anal
Fase anal dimulai dari tahun kedua sampai tahun ketiga dari kehidupan. pada fase onal ini, focus dari energy libido dialihkan dari mulut kedaerah dubur, serta kesenangan atau kepuasan diperoleh dalam kaitannya dengan tindakan mempermainkan atau menahan faeces (kotoran). Pada fase anal ini pulalah anak mulai diperkenalkan kepada aturan-aturan kebersihan oleh orang tuanya melalui toilet training, yakni latihan mengenai bagaimana dan di mana seharusnya seorang anak membuang kotorannya.
3. Fase phalic
Fase falik berlangsung pada tahun keempat atau kelima, yakni suatu fase ketika energy libido sasarannya dialihkan dari daerah dubur kedaerah alat kelamin. Pada fase falik ini anak mulai tertarik pada alat kelaminnya sendiri, dan mempermainkannya dengan maksud memperoleh kepuasan.lawan jenis.
Orang tua mendandani dan merawat bayi berbeda, sesuai dengan harapan yang ditimbulkan tipe seks. Anak-anak menunjukkan keingintahuan tentang seksualitas. Jika keingintahuan ini dihargai sebagai sesuatu yang sehat dan diberi penjelasan sesuai usia, anak akan dapat menerima keajaiban hidup dan merasa nyaman dengan perannya. Jika seks dianggap tabu dan pertanyaan-pertanyaan anak ditolak secara kasar, hasilnya adalah perasaan malu dan tidak nyaman. Maka pada masa inilah peran orang tua sangat penting,agar anak tidak salah dalam mengambil tindakan.Adanya diferensiasi seksual sebenarnya sudah dimulai sejak anak lahir.

Anonim mengatakan...

ARI SUSANTO/10231034/2B

menurut saya ada 5 perkembangan psikoseksual pada anak. yaitu:
oral pada usia 0-18 bulan.
anal pada usia 1-3tahun
phallic usia 3-6th
latency pada usia 6-12th
genetal pada usia 12-dewasa
perkembangan anak secara psikoseksuala ditandai dengan 5 tahap tersebut. hal itu membuat kita dapat mengetahui dari usia anak lahir hingga dewasa. selain itu tahap ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari dalam lingkungan masyarakat. Ini yang membuat kita semakain tahu bahwa tahap-tahapn perkembangan psikoseksual itu ada dan dapat dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari

Anonim mengatakan...

oktavianto/23102344

dalam perkembangan yang terjadi pada psikoseksual yang terdiri dari 5 tahapan tersebut,maka pada setiap fasenya,setiap anak akan berprilaku sesuai dengan fase-fase tersebut.
pada fae Oral :mulut menjadi sumber kenikmatan utama.
pada fase Anal:kenikmatan dialami pada fungsi pembuabuangan. di masa ini penting untnk toilet training.
pada fase Phalic : sumber kenikmatan adalah organ kelamin. anak mulai tertarik pada perbedaan anatomi laki-laki dan perepumpuan.
fase latency :pada fase ini seluruh minat seksual seakan-akan mengendap.
Fase Genital :pada Fase ini dorongan-dorongan seksual pada masa phalic kembali berkembang.
dari masing-masing tahapan tersebut,maka seorang anak harus diarahkan pada hal-hal baik,agar tak terjadi penyimpangan di tiap fasenya,.
di tiap fase, maka akan terjadi perubahan-perubahan psikologi anak.untuk itu anak harus di arahkan agar tak terjadi hal-hal yang tak di inginkan.

patihabadi mengatakan...

yyty

Anonim mengatakan...

nama: Nursaid widi
Npm :09231050/ 4B

Betul sangat mempengaruhi sekali, dikarenakan setiap individu melalui beberapa fase-fase yangf mempengaruhi pada perkembangan dan pertumbuhan serta tingkah laku peda seorang anak .
-setiap anak melewati fase-fase yang sangat panjang, apa bila fase-fase itu dilewati dengan baik maka, ada pencermina bahwa pada psikologi dan emosional benar-benar matang sampai usia lanjut dan apabila fase-fase itu tidak seimbang mungkin ada sebuah faktor lain , sehingga perkembanggan dan pertumbuhan psikologi anak terganggu.

dee mengatakan...

Di dalam mengerjakan tugas sebaiknya saudara harus memahami maksudnya dan harus dianalisis dahulu baru di postingkan....jangan hanya sekedar gunting tempel artikel dan sekedar mengerjakan saja

Anonim mengatakan...

Nama: Hanik Masykuriyah
Npm : 10 231 019
Kelas: sejarah IIA
Fase psikoseksual melalui lima fase yaitu :
FASE ORAL, dalam fase ini anak-anak akan memesukkan benda-benda ke dalam milut mereka ini brakibat pertumbuhab yang terjadi dalam anak sangat cepat, antara lain: pertumbuhan gigi
FASE ANAL, dalam fase ini anak -anak sudah mulai ingin bermain atau sudah mulai mengalami pengenalan dalam fungsi pembuangan dalam masa ini anak mulai senang bermain dengan kotoran
FASE PHALIC, dalam fase ini anak-anak mulai mengenal lingkungannya dan mulai berfikir menggantikan peran orang tua yang memiliki jenis kelamin yang sama dan mulai bermain dengan alat vitalnya
FASE LATENCY, dalam fase ini mulai ingin mencari jati diri dan merupakan fase yng baik bagi pengembangan ketrampilan dan kecerdasan dan dapat untuk mencari teman maupun yang lain
FASE GENITAL, dalam fase ini anak-anak mulai memasuki masa-masa pubertas dimana sudah semakin tumbunhya fisik maupun perkembangan emosional dan mulai mampu menyeleseikan konflik yang serius jika hal ini terjadi maka individu dapat dibentuk kepribadian yang matang.
Jadi dapat disimpilkan perubahan fisik dapat mempengaruhu karena setiap taha ondividi memiliki perubahan-perubahan yang dapat terlihat. sedangkan dari perkembangan psikologis anak, semakin bertambah usia maka anak akan semakin dewasa dan dapat menemukan jati dirinya.

Anonim mengatakan...

nama: klara febriana
npm :10.231.010
sejarah 2A
pada tahap ini anak-anak masih dalam menapaki perkembangan sehingga pada tahap ini saling mempengaruhi satu sama lain apabila seorang anak mengalami kemandegkan dalam satu tahp maka anak tersebu akan mengalami ganguan pada perkembangan lainya.

Anonim mengatakan...

nama:anik rokhayah
npm :10.231.005
sejarah 2A
dari adanya perubahan dan pertumbuhan fisik yang dialami setiap anak dari tahap ke tahap berbeda misal anak umur 1-3 tahun sedang mengalami masa kekanak-kanakan contoh bermain lumpur 3-6 tahun terjadi perubahan penyimpangan antara anak laki2 dan wanita telah mengalami oedius complex sedangkan usia 6 dan masa pubertas baik diperkembangan kecerdasan (masa sekolah) dan masa pubertas dan seterusnya berlangsung spt alat2 genital mengalami pertumbuhan.

Anonim mengatakan...

Nama : Hanik masykuriyah
NPM : 10 231 019
KELAS: Sejarah IIA

1. FASE ORAL
Dalam fase ini anak-anak akan memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka hal ini terjadi karena menurut mereka ini merupakan sumber kenikmatan dan biasanya terjadi pada bayi berusia 0-18 bulan
2. FASE ANAL
Dalam fase ini kenikmatan dialami pada fungsi pembuangan dan mereka mulai senang bermain dengan kotoran
3. FASE PHALIC
Dalam fase ini anak-anak mulai Mulai dari 3 tahun dan berlangsung hingga 6 tahun. Di sini, anak mulai senang untuk bermain alat vitalnya.
4. FASE LATENCY
Dalam tahap ini dimulai pada 6 tahun dan terakhir sampai masa pubertas. Selama tahap ini semua dorongan seksual ditekan. dan merupakan fase yang baik bagi pengembangan ketrampilan sosial dan kecerdasan.
5. FASE GENITAL
Dalam fase ini mulai dari pubertas. Ini adalah tahap akhir perkembangan psikoseksual di mana kebutuhan seksual berkembang kembali . Pada tahap ini, karena pengalaman masa lalu, seorang anak berkonsentrasi pada lawan jenis dan zona utama kenikmatan adalah organ genital.

Kesimpulannya :
Jika tahap-tahap psikoseksual selesai dengan sukses, hasilnya adalah kepribadian yang sehat. Jika masalah tertentu tidak diselesaikan dalam fase yang tepat maka anak akan fokus pada tahap awal psikoseksual.

Anonim mengatakan...

nama:rini utami
npm: 10231017
sejarah 2a
dari adanya perubahan dan pertumbuhan fisik yang telah dialami oleh setiap anak dari tahap ke tahap selanjutnya seperti tahap oral adanya dua macam aktivitas oral yaitu menggigit dan menelan makanan, prototype bagi banyak ciri karakter yang berkembang dikemudian hari tahap ke dua ini berlangsung usia 1-3 tahun contohnya menahan dan bermain-main feces, atau juga bermain dg lumpur dan ksenangan melukis dengan jari tahp ketiga berlangsung antara usia 3-6 tahun contoh anak laki2 akan mengalami konflik oedipus, ia mempunya kiinginan bermain-main dengan penisnya tahap keempat berlangsung antara usia 6 dan masa pubertas contoh tahap paling baik dalam perkembangan kecerdasan tahap kelima berlangsung antara kira - kira dari masa pubertas dan seterusnya contoh bersamaan denga pertumbuhannya , alat2 genital menjadi sumber kenikmatan dalam tahap ini, sedangkan kecenderunga2 lain akan ditekan.

Anonim mengatakan...

nama:rini utami
npm: 10231017
sejarah 2a
dari adanya perubahan dan pertumbuhan fisik yang telah dialami oleh setiap anak dari tahap ke tahap selanjutnya seperti tahap oral adanya dua macam aktivitas oral yaitu menggigit dan menelan makanan, prototype bagi banyak ciri karakter yang berkembang dikemudian hari tahap ke dua ini berlangsung usia 1-3 tahun contohnya menahan dan bermain-main feces, atau juga bermain dg lumpur dan ksenangan melukis dengan jari tahp ketiga berlangsung antara usia 3-6 tahun contoh anak laki2 akan mengalami konflik oedipus, ia mempunya kiinginan bermain-main dengan penisnya tahap keempat berlangsung antara usia 6 dan masa pubertas contoh tahap paling baik dalam perkembangan kecerdasan tahap kelima berlangsung antara kira - kira dari masa pubertas dan seterusnya contoh bersamaan denga pertumbuhannya , alat2 genital menjadi sumber kenikmatan dalam tahap ini, sedangkan kecenderunga2 lain akan ditekan.

Anonim mengatakan...

nama rizky nindia
npm 10231024
sejarah 2a
menurut saya pada masing2 fase perkembangan tersebut seorang anak sebaiknya mendapatkan arahan yang tepat dari orangtua karena orangtua mempunyai peran penting dalam proses tersebut, jika tidak maka akan terjadi pengaruh buruk pada kepribadian anak misalnya pada tahap oral menelan apa saja yang dikatakan orang lain tanpa menyaringnya lebih dahulu, pd tahap phalic terjadi konflik oedipus

Anonim mengatakan...

nama : reni yulita
npm :10231016
kelas:sejarah 2A
akibat pengaruh tersebut ialah:
oral(0-18 bulan):dalam fase oral muiut merupakan alat pertama bagi anak untuk memperolekh kesan-kesan.
anal(1-3 tahun):kenikmatan di alami pada fungsi pembuangan(anus)yaitu pada waktu menahan dan bermain-main dengan faces(koioran).
phalic(3-6 tahun):sumber utama adalah organ kelamin,ketika iti anak menyadari bahwa manipulasi diri itu menyenangkan.anak mulai menaruh perhatian pada perbedaan anatomik laki-laki dan perempuan
letency(6-12 tahun):merupakan fase yg baik bagi perkembangan keterampilan sosial dan kecerdasan (masa sekolah) yg di harapkan dapat di gunakan untuk menyalurkan energi dan melupakan konflik yg terjadi pd masa phalic.
genital(12-dewasa):dorongan-dorongan seksualitas pd masa phalic kembali berkembang.kematangan fisiologi ketika anak memasuki masa remaja,mempengaruhi timbulnya daerah-daerah erogen pd organ genital menjadi sumber kenikmatan.dalam hal ini jika norma superego terlaliu tinggi,misalnya tekanan orang tua dapat menimbulkan konflik yg serius.tetapi jika individu dapat menyalesaikan konflik yg terjadi maka akan terbentuk kepribadian yg matang.

Anonim mengatakan...

Farah Wahyuni I.S / 08231.013 / IIB ( PL)
Dengan adanya perubahan fisik yang terjadi pada setiap individu pastilah sama begitu pula dengan fase / tahapan yang dilaluinya, disini yang membedakan adalah tingkatan ritmenya saja, sehingga dengan adanya perubahan biologis atau pada bentuk fisik maka hal ini juga pastilah di imbangi dengan adanya perkembangan dari segi kognitif, sehingga hal ini berpengaruh pada wawasan yang kemudian pastilah merubah pola fikir dan menjadikan individu mengalami perubahan dari segi tingkah laku dan ucapan, kesemuanya tadi pastilah akan menjadikan individu memiliki sikap kepekaan akan lingkungan, yang mana hal ini akan menjadikan individu yang berkepribadian yang baik, namun hal ini juga perlunya dukungan maupun arahan dari kelurga yang menjadi tempat utama dan pertama bagi individu dalam memperoleh pendidikan yang pertama, selain itu juga dari sekolah yang menjadi tempat lanjutan dalam memperoleh pendidikan, yang selanjutnya di teruskan pada tingkatan lingkungan karena menjadi saran yang luas dalam pola interaksi. Pertumbuhan dan perkembangan yang berjalan beriringan ini akan menjadikan individu mampu berinteraksi secara baik, dan tentunya akan menjadikan kepribadian individu yang lebih kreatif.
Perkembangan psikologis individu juga melalui kelima fase tersebut, jika ada kelima fase tersebut yang terlampau maka pastilah akan adanya gangguan yang di alami oleh individu, karena dengan pertumbuhan secara fisik pastilah di imbangi dengan perkembangan psikologis. Dengan pertumbuhan tersebut maka pastilah individu akan menemukan jati dirinya, yang nantinya akan mempengaruhi pada pola interaksi tiap individu.

Anonim mengatakan...

NAMA : HANGGRAITA YENNY NOVITASARI
NPM : 10.231.020
KELAS: IIA
Menurut saya akibat dari adanya fase-fase perkembangan psikoseksual bagi pembentukan kepribadian anak adalah
Tahap perkembangan kepribadian menurut freud
a. Tahap Oral (mulut)
Tahapan ini berlangsung selama 18 bulan pertama kehidupan.
Mulut merupakan sumber kenikmatan utama. Dua macam aktivitas oral di sini, yaitu menggigit dan menelan makanan, merupakan prototype bagi banyak ciri karakter yang berkembang di kemudian hari. Kenikmatan yang diperoleh dari inkorporasi oral dapat dipindahkan ke bentuk-bentuk inkorporasi lain, seperti kenikmatan setelah memperoleh pengetahuan dan harta. Misalnya, orang yang senang ditipu adalah orang yang mengalami fiksasi pada taraf kepribadian inkorporatif oral. Orang seperti itu akan mudah menelan apa saja yang dikatakan orang lain.
b. Tahap Anal
Tahapan ini berlangsung antara usia 1 dan 3 tahun. Kenikmatan akan dialami anak dalam fungsi pembuangan, misalnya menahan dan bermain-main dengan feces, atau juga senang bermain-main dengan lumpur dan kesenangan melukis dengan jari.
c. Tahap Phallic
Tahapan ini berlangsung antara usia 3 dan 6 tahun. Tahap ini sesuai dengan nama genital laki-laki (phalus), sehingga meupakan daerah kenikmatan seksual laki-laki. Sebaliknya pada anak wanita merasakan kekurangan akan penis karena hanya mempunyai klitoris, sehingga terjadi penyimpangan jalan antara anak wanita dan laki-laki. Lebih lanjut, pada tahap ini anak akan mengalami Oedipus complex, yaitu keinginan yang mendalam untuk menggantikan orang tua yang sama jenis kelamin dengannya dan menikmati afeksi dari orang tua yang berbeda jenis kelamin dnegannya. Misalnya anak laki-laki akan mengalami konflik oedipus, ia mempunyai keinginan untuk bermain-main dengan penisnya. Dengan penis tersebut ia juga ingin merasakan kenikmatan pada ibunya.
d. Tahap Latency
Tahapan ini berlangsung antara kira-kira usia 6 tahun dan masa pubertas. Merupakan tahap yang paling baik dalam perkembangan kecerdasan (masa sekolah), dan dalam tahap ini seksualitas seakan-akan mengendap, tidak lagi aktif dan menjadi laten.
e. Tahap Genital
Tahapan ini berlangsung antara kira-kira dari masa pubertas dan seterusnya. Bersamaan dengan pertumbuhannya, alat-alat genital menjadi sumber kenikmatan dalam tahap ini, sedangkan kecenderungan-kecenderungan lain akan ditekan.

Anonim mengatakan...

Nama : shoffikha cahyanul janah
NPM :10231036
Kelas : II B

Pengaruh perubahan dan pertumbuhan yang dialami anak akibat fase perkembangan psikologi anak. semakin tumbuhnya anak akan berpengaruh pada tingkah laku dan daya pikir anak.
fase-fase perkembangan psikoseksual mengakibatkan pembentukan kepribadian anak tahap pertama yaitu oral Tiap individu akan mengalami fase/tahap psikoseksual dalam tiap tahap perkembangan umurnya (0-18 tahun). pada masa ini anak masih dalam ketergantungan pada orang lain. mudah meniru apa-apa disekitarnya.
tahap kedua anal pada masa ini anak mulai dikenalkan pada hal yang buruk dan yang baik bagi dirinya tahap ini seorang anak akan di ajari bagaimana membuang suatu ahal yang kurang baik.
Tahap yang ketiga yaitu Fhalis tahap ini berpengaruh pada sistem sexual pada anak' anak akan merasakan peningkatan pada sistem reproduksi.
Tahap keempat yaitu latent tahap ini mengajarkan perkembangan biologis anak yang berpengaruh pada perkembangan ketrampilan anak
tahap kelima yaitu genikal, dalam tahap ini anak mengalami perkembangan dalam tubuhnya dengan terpacunya hormon dalam tubuh yang membuat anak peka terhadap keadaan sekitar.

Anonim mengatakan...

Nama: Dini Febriati
NPM: 10.231.032
KELAS: II B
Fase yang mempengaruhi perkembangan dimulai dari fase oral yaitu mulutlah yang menjadi sumber utama dalam kenikmatan oral fase ini terjadi pada balita yang berumur 0-1 tahun. Yang ke dua yaitu anal yang terjadi pada usia 1-3 tahun kenikmatan ini di alami pada fungsi pembuangan. ke tiga yaitu phalic yang terjadi pada anak usia 3-5 tahun sumber dari kenimatan pada fase ini terletak pada organ kelamin. selanjutnya adalah latency yang terjadi pada anak usia 5-12 tahun pada fase ini seluruh minat seksualitas seakan - akan mengendap dalam keadaan laten. Yang terakhir adalah genitalyang terjadi pada usia 12-dewasa pada fase ini dorongan seksualitas pada masa phalic kembali berkembang.

sebuah kepribadian berkembang melalui ke lima fase perkembangan psikoseksual tersebut.


Jika dari semua fase itu tidak terpenuhi atau tuntas maka akan berpengaruh pada pembentukan kepribadian dan perkembangan psikologis anak. kemungkinan akan menjdi kepribadian yang kurang matang begitu juga dengan psikologis mungkin akan tidak sama dengan anak yang telah memenuhi fase-fase tersebut.

jika fase - fase itu terpenuhi maka akan membentuk kepribadian yang matang perkembangan psikologisnya juga akan baik pula..

Anonim mengatakan...

nama : anita rahma candra jaya
npm : 10231025

akibat fase fase perkembangan psikologi anak semakin bertambahnya usia anak akan semakin matang dan menemukan jati dirinya.perekembangan jiwa seorang anak akan mantap dan lebih baik lagi.
pembentukan kepribadian anak dalam psikologi adalah pada anak yang mulai meniru gaya idolanya dan mulai dengan mengenal lingkungan nya. perkembangan psikologi dan pertumbuhan fisik sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak, yang dapat kita liat pada pola pikir dan tingkah laku seorang anak yang semakin matang akan kedewasaannya.

Anonim mengatakan...

Aditya Ayu P/10231043/2B

-Pembentukan kepribadian ditentukan oleh peran keluarga dan lingkungan.kepribadian ini akan berpengaruh pada cara seseorang berpkir,bersikap dan bertindak.Kepribadian diyakini telah ada dalam dirisejak lahir dan kemudian berkembang dalam interaksi dengan lingkungan.
-pembentukan Psikologi anak lebih ddasarkan kepada pengawasan dari orang tua,dilengkapi dengan pendidikan disekolah,dan dituangkan dalam masyarakat.
-kesimpulan:Psikologi dan kepribadian pada diri seorang anak itu melalui beberapa tahap.

Anonim mengatakan...

Hany Pratiwi/10231030/2B

adanya fase- fase pertumbuhan dan perubahan fisik itu sangatlah berpengaruh dalam perkembangan psikologis anak, karena dalam teori perkembangan menurut Sigmund Freud ada 5 tahapan yaitu :
1. Fase Oral(mulut) biasanya anak yang berumur 0-18 bulan, menggunakan mulut sebagai sumber kenikmatan yang paling utama, di dalam fase oral, bayi untuk mengunyah, menghisap dan menggigit dalam masa perkembangannya, maka dari itu fase ini sangat berpengaruh penting dalam setiap perkembangan si bayi tersebut.
2. Fase Anal(anus) yaitu kenikmatan yang dialami pada fungsi pepmbuangan (anus) yaitu pada waktu menahan dan bermain-main dengan faces (kotoran), sehingga pada masa ini sangat berguna untuk toilet training, untuk mengetahui mana yang bik dan mana yang buruk dalam perkembangan selanjutnya.fase ini biasanya dialami pada bayi yang berumur 3 sampai 6 tahun.
3. Fase Phalic (kelamin) dalam fase ini, sumber kenikmatan adalah organ kelamin, ketika anak menyadari bahwa manipulasi diri itu menyenangkan, anak mulai menaruh perhatian pada perbedaan anatomik laki- laki dan perempuan. dalam fase ini muncul konflik Oedipus yaitu anak memiliki keinginan kuat untuk menggantikan orang tua berjenis kelamin sama dan menikmati kasih sayang orang tua yang berjenis kelamin berbeda.
4. Latency : pada masa ini selusuh minat seksualitas, pada tahap perkembangan ini, seorang anak untuk mengembangkan ketrampilan sosial dan kecerdasan pada masa sekolah, pada tahap ini anak ingin sekali untuk mengetahui dunia luar, biasanya terjadi pada anak yang berumur 6-12 tahun.
5. Fase Genital : pada fase ini anak mulai mengalami perubahan fisik dan perubahan emosional sehingga mereka mulai menyukai lawan jenis dan dapat menyelesaikan konflik yang terjadi dalam individu maka akan terbentuk kpribadian yang matang dan akan mencari jati dirinya sendiri.

Anonim mengatakan...

Nama: Jordan Praha
NPM: 10231039
Kelas: 2B

Komentar: Semakin tambah usia akan di mulai menemukan jati dirinya sangaatlah benar, tetapi jika di dorong oleh orang tua akan sangat berpengaruh.

Anonim mengatakan...

Nama : Evi Kusumaningati
NPM : 10231029
kelas : 2B

Menurut pendapat saya,bahwa pengaruh dari adanya perubahan dan pertumbuhan fisik yang dialami setiap anak akibat dari adanya fase-fase perkembangan,karena setiap anak memiliki tahapan - tahapan yang mempengaruhi pertumbuhan fisik yang dialami setiap anak,dalam tahapan tersebut setiap anak ingin melakukan hal-hal yang baru yang ingin diketahuinya.sehingga pembentukan kepribadian juga mempengaruhinya dengan adanya faktor lingkungan yang ada disekitar maka setiap anak memiliki kepribadian berbeda-beda sehingga perkembangan psikologis anak juga sangat tergantung pada lingkungan yang ada,jika lingkungannya buruk maka bentuk kepribadian yang timbul juga buruk dan apabila lingkungannya baik maka bentuk kepribadian juga baik sehinggalingkungan keluarga memilki perana penting dalam perkembangan dan perubahan setiap anak,maka dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan dan perubahan fisik sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian.

Anonim mengatakan...

Nama: Jordan Praha
NPM: 10231039
Kelas: 2B

Komentar: Semakin tambah usia akan di mulai menemukan jati dirinya sangaatlah benar, tetapi jika di dorong oleh orang tua akan sangat berpengaruh terhadap pemilihan jati dirinya.

Anonim mengatakan...

Nama: Jordan Praha
NPM: 10231039
Kelas: 2B

Komentar: Semakin tambah usia akan di mulai menemukan jati dirinya sangaatlah benar, tetapi jika di dorong oleh orang tua akan sangat berpengaruh.

Anonim mengatakan...

Nama: Jordan Praha
NPM: 10231039
Kelas: 2B

Komentar: Semakin tambah usia akan di mulai menemukan jati dirinya sangaatlah benar, tetapi jika di dorong oleh orang tua akan sangat berpengaruh.

Anonim mengatakan...

Nama:Zulfa fitriana
NPM : 10231026
KELAS : 2B
Menurut saya perubahan dan pertumbuhan fisik setiap anak saling memepengaruhi terhadap pembentukan kepribadian serta perkembangan anak. karena setiap perubahan dan pertumbuhan fisik anak menentukan kedewasaan dalam berfikir maupun dalam bertindak, contohnya anak laki-laki yang tumbuh jakun mauapaun anak permpuan yang menstruasi, dengan hal itu menunjukkan bahwa anak sudah dewasa.

Anonim mengatakan...

Nama: Jordan Praha
NPM: 10231039
Kelas:2b

Semakin tambah usia akan di mulai menemukan jati dirinya sangaatlah benar, tetapi jika di dorong oleh orang tua akan sangat berpengaruh.setiap fase akan memepengaruhi perkembangan dalam bidang masing - masing misal saat anak- anak dapat berbicara verbal mereka akan dapat mulai merasakan perasaan yang ada di sekitarnya kemudian akan beranjak ke perkembangan organ biologis hal ini akan mampu mempengaruhi perkembangan alat alat reproduksi dan mempengaruhi kepekaan seseorang terhadap lingkungan sekitar.

Anonim mengatakan...

nama fredika w
npm 10231027

pengaruh perubahan dan pertumbuhan fisik bagi pembentukan pribadi anak memang membawa pengaruh dalam pembentukan kepribadian dan psikologis nk. Dalam pertombuhan fisik anak dan setiap pertambahan usia memang akan mempengaruhi cara berpikir anak,tingkah laku anak, dan terkdang pertumbihan fisik yang tidak diimbangi dengan nili-nilai etika menyebabkan adanya kenakalan remaja.dan perkembangan psikologisnya Psikologi anak menunjukkan perhatian yang dipusatkan pada fenomena psikologis dari usia prasekolah dan usia sekolah anak.Hingga kemudian “psikologi anak” berubah dan berkembang menjadi “perkembangan anak”, hal ini untuk menekankan bahwa pusat perhatian sekarang diarahkan pada pola perkembangan anak dari pada aspek perkembangan tertentu.

Anonim mengatakan...

ad 5 fase:
1. Fase ORAL (0-1 thn)
2. Fase ANAL-URETHRAL (1-3 thn)
3. Fase PHALIK-OEDIPAL (3-6 thn)
4. Fase LATENSI (6-11 thn)
5. Fase GENITAL => Pubertas (11-13 thn), Adolescence (14-18 thn),
1. Tahap oral

Tahap Oral berlangsung pada usia 0 sampai 18 bulan dimana kesenangan bayi terpusat disekitar mulut, seperti mengunyah, menghisap, dan menggigit yang merupakan sumber kesenangan anak. Sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut adalah makanan. Makan meliputi stimulasi terhadap bibir dan rongga mulut serta menelan. Kemudian setelah gigi tumbuh maka mulut dipakai untuk menggigit dan mengunyah. Dua aktifasi oral ini merupakan prototype bagi banyak ciri karakter yang berkembang dikemudian karakter.
2. Tahap Anal
Tahap Anal berlangsung pada anak usia 1,5 tahun sampai 3 tahun. Libido dipusatkan didaerah anal, dimana anal berfungsi sebagai alat pemuas kenikmatan (baik dalam melepaskan atau mempertahankan feses).
Di fase ini terjadi sifat ambivalensi pada anak dimana anak berusaha mempertahankan feses sedangkan ibunya memerintahkan untuk dibuang.
3. Tahap Phallic
Berlangsung pada anak usia 3 sampai 6 tahun. Kenikmatan terletak pada alat kelamin dan aktifitas yang paling nikmat adalah masturbasi. Pada tahap ini anak menyadari jenis kelaminnya bertepatan pada kesadaran bahwa dirinya dipisahkan dari beberapa aspek dari kehidupan orang tuanya.
4. Tahap Latency
Berlangsung pada anak usia 6 tahun sampai usia peberitas atau sekitar 12 tahun. Selam periode ini, anak menekan seluruh minat seksual dan mengembangkan keterampilan dan intelektual. Di fase ini libido seksual relative tenang dan anak beridentifikasi lebih luas lagi di luar objek orang tuanya seperti teman, orang tua teman, dan guru.
5. Tahap Genital
Terjadi mulai dari masa puberitas dan seterusnya. Fase ini dibagi menjadi 3 fase:
· Fase pubertas yaitu usia 11 sampai 13 tahun
· Fase adolecens yaitu usia 14 sampai 18 tahunjadi
bahwa adanya perubahan dan pertumbuhan fisik sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. hal itu terlihat dari perkembangan tingkah laku dan pola pikir anak yang dari tahap ke tahap selalu berubah sesuai dengan usia anak. sedangkan dari perkembangan psikologis anak, semakin bertambahnya usia dan pertumbuhan fisik dapat mempengaruhi perkembangan kejiwaan pada anak. semakin bertambahnya usia anak akan mulai menemukan jati dirinya.
· Fase dewasa yaitu usia 18 tahun keatas

Anonim mengatakan...

nama: prisca megalia D.N
npm : 10231009
kelas : 2A


1. Fase ORAL (0-1 thn)
2. Fase ANAL-URETHRAL (1-3 thn)
3. Fase PHALIK-OEDIPAL (3-6 thn)
4. Fase LATENSI (6-11 thn)
5. Fase GENITAL => Pubertas (11-13 thn), Adolescence (14-18 thn),
1. Tahap oral

Tahap Oral berlangsung pada usia 0 sampai 18 bulan dimana kesenangan bayi terpusat disekitar mulut, seperti mengunyah, menghisap, dan menggigit yang merupakan sumber kesenangan anak. Sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut adalah makanan. Makan meliputi stimulasi terhadap bibir dan rongga mulut serta menelan. Kemudian setelah gigi tumbuh maka mulut dipakai untuk menggigit dan mengunyah. Dua aktifasi oral ini merupakan prototype bagi banyak ciri karakter yang berkembang dikemudian karakter.
2. Tahap Anal
Tahap Anal berlangsung pada anak usia 1,5 tahun sampai 3 tahun. Libido dipusatkan didaerah anal, dimana anal berfungsi sebagai alat pemuas kenikmatan (baik dalam melepaskan atau mempertahankan feses).
Di fase ini terjadi sifat ambivalensi pada anak dimana anak berusaha mempertahankan feses sedangkan ibunya memerintahkan untuk dibuang.
3. Tahap Phallic
Berlangsung pada anak usia 3 sampai 6 tahun. Kenikmatan terletak pada alat kelamin dan aktifitas yang paling nikmat adalah masturbasi. Pada tahap ini anak menyadari jenis kelaminnya bertepatan pada kesadaran bahwa dirinya dipisahkan dari beberapa aspek dari kehidupan orang tuanya.
4. Tahap Latency
Berlangsung pada anak usia 6 tahun sampai usia peberitas atau sekitar 12 tahun. Selam periode ini, anak menekan seluruh minat seksual dan mengembangkan keterampilan dan intelektual. Di fase ini libido seksual relative tenang dan anak beridentifikasi lebih luas lagi di luar objek orang tuanya seperti teman, orang tua teman, dan guru.
5. Tahap Genital
Terjadi mulai dari masa puberitas dan seterusnya. Fase ini dibagi menjadi 3 fase:
· Fase pubertas yaitu usia 11 sampai 13 tahun
· Fase adolecens yaitu usia 14 sampai 18 tahunjadi
bahwa adanya perubahan dan pertumbuhan fisik sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. hal itu terlihat dari perkembangan tingkah laku dan pola pikir anak yang dari tahap ke tahap selalu berubah sesuai dengan usia anak. sedangkan dari perkembangan psikologis anak, semakin bertambahnya usia dan pertumbuhan fisik dapat mempengaruhi perkembangan kejiwaan pada anak. semakin bertambahnya usia anak akan mulai menemukan jati dirinya.
· Fase dewasa yaitu usia 18 tahun keatas

Anonim mengatakan...

nama mohamad heri alvin
sejarah 2b
npm 10231046

menurut saya dari yang pertama yaitu ORAL, pada tahap ini berada pada usia 0 - 18 bulan. mempunyai ciri melalui mulutnya. karena mulut adalah alat yang pertamanya di gunakan untuk merasakan, mengunyah, menghisap, dan menggigit.
yang kedua ANAL, yaitu pada usia 1 - 3 tahun, berciri pada indra perasa pada anus. toilet training sangat perlu untuk tahap ini. untuk melatih dan membiasakan sesuatu yang baik dan mendidik.
ketiga PHALIK , pada usia 3 - 6 tahun. berciri seorang anak mulai menyadari akan lawan jenis. mulai merasakan kesukaan kepada nya. rasa sex mulai ada. laki laki sudah baligh dan perempuan menstruasi. kontrol sangat penting dalam hal ini. untuk menghindari hal negatif.
keempat LATENCY, pada usia 6 - 12 tahun. berciri ingin konsen pada satu bidang yang di rasa menarik dan penting. misalnya sekolah . rasa seksualita mengendap untuk fase ini.
kelima GENITAL,pada usia 12 - dewasa . pada tahap ini adalah terakir terbentuknya kepribadian. rasa seksualitas mulai memuncak lagi, rasa emosional mulai terbentuk, rasa percaya diri mulai ada. hanya pada masa ini bisa di tentukan di masa sebelimnya atau lingkungan tempat tinggalnya. apabila kontrol orang tua dan guru maksimal. anak pasti mendapatkan kepribadian yang baik.

Anonim mengatakan...

nama:maman sahuri
npm:10231045

Pengaruh dari adanya perubahan dan pertumbuhan fisik yang dialami satiap anak akibat dari adanya fase-fase perkembangan begi pembentukan psikologis anak
-semakin bertumbuhnya fisik/berubahnya fisik anak akan mempengaruhi tingah laku anak, cara berfikir anak, dan seringkali menyebabkan kenakalan remaja yang disebabkan pengabaian social sehingga mereka mengembangkan bentuk prilaku social yang disebabkan kurangnya perhatian orang tua yang berperan dalam pembentukan perkembangan anak

dan adanya fase- fase pertumbuhan dan perubahan fisik itu sangatlah berpengaruh dalam perkembangan psikologis anak, karena dalam teori perkembangan menurut Sigmund Freud ada 5 tahapan yaitu :

1. Fase Oral(mulut) biasanya anak yang berumur 0-18 bulan, menggunakan mulut sebagai sumber kenikmatan yang paling utama, di dalam fase oral, bayi untuk mengunyah, menghisap dan menggigit dalam masa perkembangannya, maka dari itu fase ini sangat berpengaruh penting dalam setiap perkembangan si bayi tersebut.
2. Fase Anal(anus) yaitu kenikmatan yang dialami pada fungsi pepmbuangan (anus) yaitu pada waktu menahan dan bermain-main dengan faces (kotoran), sehingga pada masa ini sangat berguna untuk toilet training, untuk mengetahui mana yang bik dan mana yang buruk dalam perkembangan selanjutnya.fase ini biasanya dialami pada bayi yang berumur 3 sampai 6 tahun.
3. Fase Phalic (kelamin) dalam fase ini, sumber kenikmatan adalah organ kelamin, ketika anak menyadari bahwa manipulasi diri itu menyenangkan, anak mulai menaruh perhatian pada perbedaan anatomik laki- laki dan perempuan. dalam fase ini muncul konflik Oedipus yaitu anak memiliki keinginan kuat untuk menggantikan orang tua berjenis kelamin sama dan menikmati kasih sayang orang tua yang berjenis kelamin berbeda.
4. Latency : pada masa ini selusuh minat seksualitas, pada tahap perkembangan ini, seorang anak untuk mengembangkan ketrampilan sosial dan kecerdasan pada masa sekolah, pada tahap ini anak ingin sekali untuk mengetahui dunia luar, biasanya terjadi pada anak yang berumur 6-12 tahun.
5. Fase Genital : pada fase ini anak mulai mengalami perubahan fisik dan perubahan emosional sehingga mereka mulai menyukai lawan jenis dan dapat menyelesaikan konflik yang terjadi dalam individu maka akan terbentuk kpribadian yang matang dan akan mencari jati dirinya sendiri.